GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
KOPRI PMII Mandailing Natal Kawal Program Pertanian, Dinas Pertanian Libatkan Mahasiswa Awasi Bantuan

KOPRI PMII Mandailing Natal Kawal Program Pertanian, Dinas Pertanian Libatkan Mahasiswa Awasi Bantuan

×

IKN-Mandailing Natal – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Mandailing Natal terus terlibat aktif dalam mengawal kebijakan publik, khususnya di sektor pertanian. Bersama Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal melalui Bidang Hortikultura, KOPRI PMII Madina melakukan pendampingan serta perawatan tanaman bawang dan cabai milik kelompok tani penerima bantuan di Desa Hutanamale (19/01/26) lalu.

Pendampingan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Hortikultura beserta jajaran. Kehadiran unsur pemerintah daerah di lapangan disebut sebagai upaya memastikan program bantuan pertanian berjalan tepat sasaran, transparan dan berkelanjutan.

KOPRI PMII Madina menilai keterlibatan mahasiswa dalam proses pengawalan program menjadi penting, terutama untuk memastikan bantuan benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh kelompok tani. “Ini sekaligus menunjukkan peran mahasiswa perempuan dalam mendampingi masyarakat tani dan mengawal kebijakan publik,” kata Ketua KOPRI PMII Madina, Devi Rahma Sari. 

Sebagai tindak lanjut, pada (26/01/26), KOPRI PMII Madina kembali memenuhi undangan Dinas Pertanian Mandailing Natal untuk melakukan dialog dan evaluasi. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhandra Ritonga, bersama Kepala Bidang Hortikultura.

Taufik menegaskan, keterlibatan mahasiswa dibutuhkan sebagai bagian dari pengawasan publik terhadap program pemerintah. “Mahasiswa kami libatkan sebagai agent of control untuk memastikan bahwa bibit benar-benar telah disalurkan, ditanam, dan dirawat oleh kelompok tani”, ujar Taufik.

Ia menjelaskan, lahan pertanian di Desa Hutanamale terdiri dari beberapa hamparan yang masih berada dalam satu kawasan, namun tidak dalam satu bentang lahan luas. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam melakukan pemantauan. “Tantangan teknis tidak boleh menjadi alasan untuk tidak menjalankan tugas secara maksimal”, kata dia.

Taufik juga berharap sinergi antara Dinas Pertanian dan KOPRI PMII Madina tidak berhenti di sektor hortikultura. “Ke depan, kerja sama ini diharapkan bisa diperluas ke sektor peternakan dan bidang pertanian lainnya”, ujarnya.

Ketua KOPRI PC PMII Mandailing Natal, Devi Rahma Sari, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Dinas Pertanian dalam melibatkan mahasiswa. “Kami berterima kasih karena diberi ruang untuk terlibat langsung dalam pendampingan kelompok tani. Ini menjadi pengalaman penting bagi kami untuk belajar sekaligus mengawal kebijakan publik secara nyata”, kata Devi.

Sementara itu, kader KOPRI PMII Madina, Mardiana Nasution, mengatakan hasil pemantauan lapangan menunjukkan bantuan bibit telah dimanfaatkan oleh kelompok tani. “Bibit bawang dan cabai sudah ditanam dan mulai tumbuh. Pendampingan dari Dinas Pertanian sangat membantu petani dalam proses perawatan”, ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, KOPRI PMII Madina dan Dinas Pertanian Mandailing Natal menyatakan komitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan pendampingan program pertanian. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian daerah secara berkelanjutan. (MM)

0Komentar