GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
HMI Cabang Madina Salurkan Donasi Untuk Korban Kebakaran

HMI Cabang Madina Salurkan Donasi Untuk Korban Kebakaran

×

IKN-Mandailing Natal – Dalam wujud nyata kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mandailing Natal melaksanakan aksi penggalangan dana bagi korban kebakaran yang melanda tiga unit rumah di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Musibah yang terjadi pada rabu (29/10/25) lalu, pukul 14.30 WIB itu menghanguskan tiga rumah yang ditempati lima kepala keluarga (KK), menyebabkan para korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda mereka.

Aksi solidaritas yang digerakkan oleh kader HMI Cabang Mandailing Natal berlangsung pada senin (03/11/25), di sepanjang Jalan Raya Pasar Baru, Panyabungan. Kegiatan ini menggugah partisipasi aktif masyarakat dan menjadi wujud konkret implementasi nilai-nilai keislaman, kemanusiaan dan keindonesiaan yang menjadi dasar perjuangan HMI.

Ketua Umum HMI Cabang Mandailing Natal, Sonjaya Rangkuti, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kondisi sosial masyarakat. “HMI tidak hanya hadir di ruang wacana intelektual, tetapi juga turun langsung merasakan denyut penderitaan rakyat. Aksi ini adalah bentuk empati kolektif untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang diuji musibah”, ujar Sonjaya.

Dana yang berhasil dikumpulkan selama aksi kemanusiaan itu kemudian disalurkan langsung kepada para korban pada jumat (07/11/25), di lokasi kebakaran. Bantuan diserahkan dalam bentuk sembako, pakaian layak pakai dan uang tunai, secara simbolis diserahkan oleh Ketua Umum HMI Cabang Mandailing Natal kepada Pemerintahan Desa (Pemdes) Tebing Tinggi, yang diwakili oleh Kepala Desa Ikhwan Efendi Nasution. Penyerahan dilakukan bersama jajaran pengurus dan kader HMI sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus solidaritas kemanusiaan.

Kepala Desa Tebing Tinggi, Ikhwan Efendi Nasution, mengapresiasi penuh kepedulian sosial HMI Mandailing Natal atas aksi kemanusiaan yang dilakukan secara mandiri dan transparan. “Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh warga Tebing Tinggi menyampaikan terima kasih kepada adik-adik HMI Mandailing Natal. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban korban, tetapi juga menjadi inspirasi moral bagi masyarakat bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masih hidup di tengah kita”, ujar Ikhwan Efendi.

Ia menambahkan, aksi tersebut mencerminkan peran nyata mahasiswa sebagai motor penggerak sosial dan menjadi teladan bagi generasi muda dalam menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. “Semoga semangat ini terus terjaga dan menjadi gerakan berkelanjutan yang menguatkan hubungan antara perguruan tinggi, masyarakat dan pemerintah desa”, tambahnya.

Salah satu kader HMI yang turut memotori gerakan sosial ini, Mhd Muslimin, menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata praksis intelektual dan moral kader HMI dalam menghadirkan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan di tataran gagasan, tetapi juga di lapangan nyata. Melalui solidaritas sosial, kami belajar menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam yang peduli, bergerak dan solutif”, ungkap Mhd Muslimin.

Ia menambahkan, gerakan semacam ini menumbuhkan kesadaran bahwa intelektualitas tanpa empati adalah kering. “Gerakan kemanusiaan menanamkan kesadaran bahwa ilmu dan idealisme harus berbuah manfaat sosial. Itulah hakikat kader HMI sejati”, ujarnya.

Dukungan terhadap aksi solidaritas ini juga datang dari para Ketua Komisariat HMI di bawah Cabang Mandailing Natal yang turut memperkuat langkah kemanusiaan tersebut. Ketua Umum Komisariat Syari’ah STAIN Madina, Ahmad Umeir, menilai bahwa aksi ini merupakan manifestasi konkret nilai-nilai keislaman dalam praksis sosial mahasiswa. “Gerakan sosial ini adalah tafsir aktual atas ajaran Islam yang menekankan keadilan dan kepedulian. HMI memberi teladan bahwa dakwah tidak cukup di atas mimbar, tetapi juga harus turun ke tengah masyarakat”, ujarnya.

Ketua Umum Komisariat Tarbiyah STAIN Madina, Asril Fauzi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk pendidikan karakter sosial bagi mahasiswa di era modern. “Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan yang menyatukan ilmu, iman, dan amal. Solidaritas sosial ini adalah tarbiyah sosial yang membentuk kepribadian Islami dan kebangsaan”, katanya.

Dukungan juga datang dari Mhd Khoiruddin Lubis, Sekretaris HMI Komisariat Lafran Pane, yang menyoroti dimensi moral dan intelektual dari gerakan tersebut. “Kader HMI harus menjadi pelopor dalam menegakkan nilai kemanusiaan. Aksi ini adalah ekspresi moralitas intelektual yang menghubungkan keilmuan dengan tanggung jawab sosial. Inilah bukti bahwa HMI tetap relevan dan visioner di tengah realitas bangsa”, ungkapnya.

Menutup kegiatan itu, Sonjaya Rangkuti kembali menegaskan bahwa HMI Cabang Mandailing Natal akan terus menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan intelektual berjiwa sosial dan pejuang kemanusiaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat. “Solidaritas sosial adalah manifestasi nilai keislaman yang sejati. HMI berkomitmen menjadi jembatan kemanusiaan, memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat”, tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, alumni HMI dan para simpatisan yang telah ikut berkontribusi. “Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mengulurkan tangan membantu korban kebakaran di Tebing Tinggi. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan meringankan beban para korban dalam menata kembali kehidupan mereka”, ujar Sonjaya.

Dalam refleksi intelektualnya, ia menutup dengan pesan yang kuat, yaitu “Gerakan kemanusiaan bukan sekadar aksi spontan, melainkan ekspresi kesadaran sosial yang berakar pada nilai-nilai Islam dan keindonesiaan. Eksistensi mahasiswa tidak diukur dari seberapa tinggi wacananya, melainkan dari seberapa besar ia memberi manfaat bagi kehidupan sosial. Selama masih ada penderitaan, di sanalah HMI harus hadir”, tutupnya.

Gerakan kemanusiaan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Aksi HMI Mandailing Natal menjadi bukti nyata bahwa organisasi mahasiswa Islam itu bukan sekadar wadah kaderisasi intelektual, tetapi juga gerakan moral yang responsif terhadap penderitaan rakyat. Melalui kegiatan seperti ini, HMI Cabang Mandailing Natal kembali menegaskan idealismenya: mengabdi untuk kemanusiaan, meneguhkan nilai keislaman, dan memperkuat keindonesiaan dalam tindakan nyata. (MMP)

0Komentar