GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Sejarah Pekabaran Injil dan Berkembangnya Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Manado

Sejarah Pekabaran Injil dan Berkembangnya Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Manado

×

IKN-Manado – Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) adalah jemaat yang beribadah pada hari sabat sabtu. GMAHK berkembang di Sulawesi Utara (Sulut) melalui pekabaran Injil Sabat Hari Ketujuh yang disebarkan oleh pemuda bernama Samuel Rantung di wilayah Ratahan, Minahasa, Sulut.

Pekabaran Advent Hari Ketujuh mengajarkan untuk memelihara hari sabat yaitu dengan beribadah padahari sabtu untuk melaksanakan kewajiban hukum taurat, pekabaran ini memiliki keunikan tersendiri karena berbeda dengan ajaran Kristen yang saat itu sudah ada di Sulawesi Utara yang tidak mengajarkan untuk memelihara hari sabat dengan beribadah pada hari minggu. Karena menurut ajaran kristen bahwa sabat merupakan salah satu dari keseluruhan hukum taurat dan jika melaksanakan hukum taurat harus melaksanakan seluruh hukum dan jika  melaksanakan hanya sebagian berarti telah melanggar hukum sedangkan Kristen sudah tidak terikat dengan kewajiban-kewajiban hukum taurat untuk tidak melanggar hukum karena Kristus telah menggenapi seluruh hukum taurat. 

Ajaran Kristen mengajarkan untuk melaksanakan ibadah pada hari minggu karena jemaat Kristen mula-mula yang dijelaskan di Alkitab melaksanakan ibadah pada hari pertama yaitu hari minggu dan ini yang terus dilaksanakan orang Kristen hingga saat ini. 

Berkembangnya Injil Sabat Hari Ketujuh di seluruh Sulawesi Utara yang dirangkum dari buku "Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,  perintisan dan pengembangannya" berpusat di Desa Lowu dan Ratahan setelah Samuel Rantung mendapat pengajaran Kristen Advent dari seorang pemuda Batak bernama Immanuel Siregar yang kemudian dibaptis di Batavia (Jakarta, red) menyebarkan ajaran tersebut untuk keluarganya tentang Injil Advent.

Samuel Rantung yang dikenal dalam sejarah sebagai perintis pekabaran Injil Advent di Sulawesi Utara ini sempat bekerja di sebuah percetakan di Sukabumi, Jawa Barat bersama Immanuel Siregar untuk membantu proses penerbitan buku dan majalah namun saat itu Samuel Rantung berkeinginan untuk menimbah ilmu di sekolah seminari di Singapura sehingga ia berangkat ke Singapura tapi sekolah itu belum menerima murid baru sehingga ia harus melanjutkan perjalanannya ke Malaka untuk bekerja sebagai pegawai perkebunan namun Samuel kembali lagi ke Singapura untuk menjadi guru Alkitab di sekolah English Training School yang kemudian berkembang menjadi Seminari Malaysian Union Seminary.

Saat bekerja sebagai guru Alkitab, Samuel mengalami sakit dan mendapatkan cuti selama tiga bulan dan ia menggunakan masa cutinya untuk pulang ke kampung halamannya di Ratahan, Minahasa Sulawesi Utara untuk mengabarkan Injil Sabat Hari Ketujuh bagi keluarganya, pengabaran Samuel ini diterima baik oleh sebagian keluarganya sehingga sebagian keluarganya menganut agama Kristen Advent dan dari sinilah terbentuknya Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Hustorical Site Ratahan sebagai pusat penyebaran agama Kristen advent dan pengajaran Injil Sabat Hari Ketujuh keseluruh Sulawesi Utara.

Setelah menjalani masa cuti Samuel berangkat ke Singapura namun penyakitnya kembali kambuh dan ia mendapat cuti lagi dan pulang ke Jawa Barat kemudian disusul oleh rekannya di Singapura M. E. Direja untuk menanyakan situasi dan cara pendekatan kepada masyarakat Lowu untuk mengabarkan Injil Advent karena pimpinan gereja di Singapura telah memindahkan M. E. Direja dari staf redaksi majalah menjadi guru Injil untuk diutus ke Lowu.

Saat itu juga Samuel mendapat permintaan dari kampung halamannya untuk terus mengajarkan Injil yang pernah dikabarkannya karena mereka tertarik untuk belajar lebih banyak tentang injil tersebut. Kemudian berangkatlah Samuel Rantung, istrinya dan juga M. E. Direja ke Lowu dan Ratahan untuk menyebarluaskan pekabaran Injil Sabat Hari Ketujuh dan ini mendapatkan respon yang begitu baik dari masyarakat serta dibaptisnya 22 orang termasuk Samuel Rantung bersama istrinya dan M. E. Direja yang menikahi seorang perempuan sebagai awal mula terbentuknya jemaat Advent di Sulawesi Utara sebelum adanya jemaat-jemaat di seluruh Sulawesi Utara.

Dalam upaya pengajaran Injil Advent itu pendeta Albert Muson dari Surabaya berkunjung ke Manado untuk memimpin pengabaran injil yang dibantu oleh Samuel Rantung sebagai guru Injil sehingga dari pekabaran itu menyebarlah agama Kristen Advent ke seluruh Sulawesi Utara dengan adanya Gereja-Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) di beberapa daerah bahkan hingga saat ini GMAHK masih terus berkembang di wilayah Sulawesi Utara. (MRI)

0Komentar