IKN-Bukittinggi – Upaya penguatan sektor kesehatan berbasis masyarakat terus digalakkan di Kota Jam Gadang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Tim Kerja Analis Belanja Kesehatan Pusat Pembiayaan Kesehatan, bekerja sama dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, S.E., M.M., menggelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sekaligus Advokasi Pembiayaan Kesehatan. Acara ini berlangsung khidmat di Aula Makodim 0304/Agam, Kamis (14/05/26).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Kerja Analis Belanja Kesehatan Kemenkes RI, Intan Novia Fatma Nanda, SE.Ak., M.AP., MPP beserta tim. Dari jajaran daerah, tampak hadir Fungsional Administrator Kesehatan Ahli Pratama Dinkes Sumbar, Rira Wahdani Martaliza, S.KM., M.KM., Kepala Bidang Kesmas Dinkes Bukittinggi, Riyani, S.KM., M.Kes., serta Administrator Kesehatan Ahli Madya Dinkes Bukittinggi, Roswida Rosa, S.KM., M.M., yang bertindak sebagai moderator.
Dengan kehadiran Camat Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Hendra Eka Putra, Pejabat Sementara Kepala Seksi Umum Polsek Kota Bukittinggi Aipda Amendra Albar, Danramil 13 ABTB, serta jajaran Niniak Mamak, Alim Ulama, Cerdik Pandai, Bundo Kanduang dan ratusan masyarakat setempat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, yang hadir secara virtual menegaskan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kokoh harus diawali dari sektor kesehatan yang prima. Menurutnya, gerakan hulu seperti GERMAS ini merupakan langkah konkret untuk menyukseskan Visi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita poin ke-4.
Kesehatan adalah investasi utama bangsa. "Saya mengimbau dan menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk aktif memanfaatkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang kini difasilitasi di setiap Puskesmas. Jangan tunggu sakit baru berobat, lakukan medical check-up secara berkala", pinta Ade Rezki.
Senada dengan hal itu, Ketua Tim Kerja Kemenkes RI, Intan Novia Fatma Nanda, menjelaskan bahwa transformasi pembiayaan dan kemandirian kesehatan tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran mandiri dari masyarakat.
"Mewujudkan Indonesia Sehat membutuhkan kolaborasi total. Kemenkes tidak bisa berjalan sendiri, keterlibatan aktif masyarakat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah kunci utama efisiensi pembiayaan kesehatan negara", ujar Intan.
Sosialisasi ini diisi dengan pemaparan materi hidup sehat dan ruang diskusi interaktif, yang diharapkan mampu mendorong masyarakat Bukittinggi menjadi pelopor penggerak pola hidup sehat di lingkungannya masing-masing. (AT)

0Komentar